• 8

    Feb

    Mengail Untung dari Larangan Merokok

    Tidak semua larangan membuat orang susah. Buktinya larangan merokok di kawasan dan tempat tertentu setelah lahirnya Peraturan Daerah tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan Kawasan Terbatas Merokok (KTM). Perda yang sudah digedok DPRD Kota Surabaya, tiga bulan lalu, itu ternyata menjadi media marketing yang menguntungkan di mata manajer hotel yang kreatif. Sejak minggu lalu, Surabaya Plaza Hotel mulai menerapkan Perda tersebut. Di seluruh hotel itu sekarang bebas dari asap rokok. Mulai di kamar, loby, restoran, bahkan di barnya. Mereka tidak hanya melarang, tapi juga memberikan ancaman sanksi. Apa itu? Bagi tamu atau siapa pun yang ketahuan merokok di dalam hotel, maka siap-siap untuk membayar denda Rp 1 juta. Bagaimana untuk para perokok berat? Tidak ada pengecualian. Kalau sudah nggak t
  • 1

    Feb

    Wisata Medis Surabaya, Kenapa Tidak?

    Mantan Wakil Gubernur Sumatera Selatan Abdul Wahab Dalimunthe, beberapa hari lalu, menjalani operasi mata di Rumah Sakit Mata Undaan, Surabaya. Lho kok tidak ke Singapura atau Malaysia yang dekat dengan Medan? Ia memilih rumah sakit yang berdiri sejak jaman Belanda itu karena peralatan untuk operasi di RS ini dianggap sudah memadai. Apalagi, saat itu, kota ini sedang kedatangan ahli mata dari Guangzhou, China, Prof Tang Shibo. Pakar penyakit mata terkenal se Asia-Pasifik dari Zhongshan Opthalmic Center itu lantas menjadi advisor utama operasi mantan pejabat yang juga pernah menjadi Ketua DPRD Sumut ini. Tak hanya itu. Sejumlah operasi yang rumit pada waktu yang bersamaan mendapat pengawasan Tang Sibho. Selain ke RS Undaan, ia juga menyempatkan untuk menularkan ilmunya kepada para dosen da
  • 29

    Jan

    Basahnya Lengan Kiri Presiden

    Ada hal kecil yang tidak biasa saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono masuk komplek Pondok Pesantren Alifitrah, Kedinding Lor, Surabaya kemarin. Apa itu? Baju lengan kirinya terlihat basah terkena air. Itu terlihat setelah presiden turun dari mobil dan transit di ruang tamu pondok pimpinan KH Ahmad Asrori Al-Ishaqi tersebut. Di pondok pusat Thariqat Qodriyah wa Naqsabandiyah itu dikembangkan, saya memang ditugasi Walikota untuk menggantikan perannya. Biasanya, setiap kunjungan presiden, walikota menjadi tuan rumah yang ikut menyambut kedatanganya di tempat acara. Juga menjadi penyambut di hotel tempat presiden menginap. Karena acara presiden lebih dari satu, Pak Wali bagi tugas. Dia menyambut di acara presiden yang berlangsung di Hotel JW Marriot, saya di Ponpes Alfitrah. Ketepatan,
  • 27

    Jan

    Membangun Berbasis Masyarakat

    Ini ilmu kasunyatan yang saya dapat setelah tiga tahun menjadi wakil walikota Surabaya. Ternyata, pembangunan yang paling berhasil di kota ini adalah pembangunan yang berbasis masyarakat. Pembangunan yang menjadikan warga sebagai ujung tombak, melibatkan pihak di luar pemerintahan, tapi mendapat dukungan penuh pemerintah. Sebetulnya, paradigma berbasis masyarakat ini sudah menjadi wacana sejak jaman Orde Baru. Namun, pada saat itu, implementasinya lebih cenderung mobilisasi ketimbang menumbuhkan kesadaran. Akibatnya, begitu program itu selesai, maka selesailah. Tidak menimbulkan perubahan nilai maupun fisik dari hasil pembangunana itu sendiri. Contoh paling sukses dari pembangunan berbasis masyarakat ini adalah program lingkungan berupa pengelolaan sampah mandiri dan taman di Surabaya. P
  • 18

    Jan

    Jajanan Malaysia, Merk Surabaya

    Baru saja saya mendapat oleh-oleh menarik dari Ketua Surabaya Tourisme and Promotion Board (STPB) Yusak Anshori. Sepulang dari Vietnam untuk kepentingan hotel yang dipimpinnya, ia membawa jajanan produksi Malaysia. Jajanan itu tidak dibeli di Kuala Lumpur atau kota lain di negeri itu, tapi didapat ketika ia berada di Hongkong. Yang menarik, oleh-oleh itu merknya Surabaya. Jajanan itu berupa roti bolu. Terbuat dari tepung dengan rasa kelapa. Rotinya dibungkus kecil-kecil. Seukuran 10 kali 5 sentimeter. Kemasannya juga sangat sesuai dengan warna kota kita: Hijau. Karena itu, kalau saja oleh-oleh itu kita jual di sini, pasti orang langsung mengira kalau jajanan tersebut merupakan oleh-oleh khas Surabaya. Kue atau bahasa Malaysianya kek itu diproduksi Kinos Food Industries (M) Sdn.Bhd. Pa
  • 11

    Jan

    Kontrak Kerja Kepala Dinas

    Ada yang baru di Pemerintah Kota Surabaya di awal tahun baru ini. Apa itu? Yaitu keharusan para kepala SKPD (Satuan Kerja Pemerintah Daerah) seperti Kepala Dinas dan Kepala Badan untuk menandatangani kontrak kerja. Kontrak kerja ini semacam gentlement agreement untuk bertanggungjawab atas kinerjanya selama satu tahun. Jika, nanti kinerjanya dinilai kurang atau mbeler, maka mereka harus legowo melepas jabatannya. Ini adalah terobosan baru untuk Surabaya di bidang manajemen pemerintahan. Seperti juga pernah dilakukan beberapa kepala daerah di era otonomi, dengan kontrak kerja ini seorang kepala SKPD akan lebih bertanggungjawab terhadap tugas pokok dan fungsinya. Mereka tidak bisa seenaknya dalam menjalankan tugas. Mereka harus mengikuti ritme kerja kepala daerah yang harus memenuhi janji
  • 4

    Jan

    Membongkar Kurungan Tugu Pahlawan

    Ide membongkar pagar Tugu Pahlawan sempat mencuat ke permukaan. Namun, rencana itu masih belum bisa terealisasikan. Masih banyak yang menginginkan lingkungan monumen yang diarsiteki Presiden RI Pertama Bung Karno ini tetap seperti sekarang. Banyak juga yang mendesak untuk dibongkar lagi pagarnya biar sesuai dengan karakter masyarakat Surabaya. Jangan salah dulu. Yang arsiteknya Ir Soekarno adalah monumennya. Sedangkan pagar yang mengelilingi itu adalah arsitek pemenang sayembara pembangunan kawasan Tugu Pahlawan. Konon, menurut cerita Cak Kadaruslan, aristeknya orang Jogja. Karena itu, tugu pahlawan disarungi pagar biar orang yang ada di dalamnya bisa khusyuk. Mereka yang masuk ke dalamnya bisa meresapi suasana hening mengenang para pahlawannya. Karena itu, Cak Kadar yang kini menja
  • 28

    Dec

    Merasakan Jadi ''Sandera'' Teroris

    Aman selalu menjadi alasan utama sebuah kota dan negara menjadi tujuan utama investasi. Jika rasa aman tidak terjamin, maka jangan harap ada orang menanamkan modalnya untuk usaha. Jika tidak ada yang menanam modal, maka tidak akan ada usaha. Jika tidak ada usaha, maka tidak tercipta lapangan kerja. Kalau nggak ada lapangan kerja, maka tidak akan ada daya beli. Jika tidak ada orang beli, maka produk tidak akan laku. Kalau nggak laku, maka tidak akan ada perputaran uang. Demikian seterusnya. Karena itu, ketika suatu hari seluruh aparat keamanan selama dua jam mengganggu hotel dan jalan-jalan di Surabaya, tidak ada satu pun yang protes. Ini terjadi ketika TNI dan Polri secara serentak berlatih mengatasi serangan teror. Latihan itu dilangsungkan di beberapa hotel berbintang dan tempat pu
  • 21

    Dec

    Ontran-Ontran Videotron

    Hanya dalam waktu dua minggu, dua musibah menimpa dunia periklanan di Surabaya. Belum lagi orang selesai mengurus bilboard yang ambruk di JW Marriot, bekas videotron yang terpasang di Jembatan Penyeberanngan Orang (JPO) Jalan Basuki Rahmat terbakar. Kedua peristiwa itu membuat Pemerintah Kota kerepotan. Berbagai tuduhan dan kritik ditudingkan. Tim reklame menjadi sorotan. Tapi mengapa masalah reklame luar ruang di Surabaya selalu menjadi polemik yang berkepanjangan? Tampaknya, ladang ini memang menarik banyak kepentingan. Pemerintah kota sendiri mengandalkan masalah reklame ini sebagai salah satu sumber pendapatan kota yang besar. Pendapatan dari sektor ini memang menjadi andalan selain pajak hotel dan restoran. Tapi apakah pendapatan dari sini sudah cukup memadai dibanding dengan rib
  • 16

    Dec

    Tinggalan Belanda selalu Tertinggal

    Ini fakta. Hampir semua negara yang pernah dijajah Belanda ternyata tertinggal dalam kemajuan dibanding yang dijajah Inggris. Malah, negara-negara bekas jajahan Inggris sekarang melesat maju. Kalau tidak maju karena sumberdaya alam seperti minyak, mereka terdepan sebagai negara dagang dan jasa. Coba tengak tetangga kita. Singapura yang dulu sempat menjadi jajahan Inggris, sudah bankit menjadi negara berpenghasilan besar sejak tahun 1960-an. Tetangganya, Malaysia menyusul belakangan. Brunei Darusalam juga menjadi barisan negara dengan penghasilan negara dan warganya besar. Di selatan kita, Australia juga menjadi acuan. Di kawasan Timur Tengah juga demikian. Dubai yang kini menjadi negara terkemuka di bidang perdagangan dan jasa di kawasan itu pernah ”dididik” Inggris. Padahal,

Author

Follow Me