• 29

    Jan

    Basahnya Lengan Kiri Presiden

    Ada hal kecil yang tidak biasa saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono masuk komplek Pondok Pesantren Alifitrah, Kedinding Lor, Surabaya kemarin. Apa itu? Baju lengan kirinya terlihat basah terkena air. Itu terlihat setelah presiden turun dari mobil dan transit di ruang tamu pondok pimpinan KH Ahmad Asrori Al-Ishaqi tersebut. Di pondok pusat Thariqat Qodriyah wa Naqsabandiyah itu dikembangkan, saya memang ditugasi Walikota untuk menggantikan perannya. Biasanya, setiap kunjungan presiden, walikota menjadi tuan rumah yang ikut menyambut kedatanganya di tempat acara. Juga menjadi penyambut di hotel tempat presiden menginap. Karena acara presiden lebih dari satu, Pak Wali bagi tugas. Dia menyambut di acara presiden yang berlangsung di Hotel JW Marriot, saya di Ponpes Alfitrah. Ketepatan,
  • 12

    Nov

    Pin Jabatan Tak Pernah Terpakai

    Entah ini tergolong cerita lucu, aneh, atau nggak masuk akal. Sejak tiga tahun menjadi wakil walikota Surabaya, hanya bisa dihitung dengan jari saya mengenakan pin tanda jabatan. Pin berlambang garuda berwarna emas –tapi bukan emas beneran– itu biasanya harus dikenakan di saku kanan. Di atas saku biasanya harus pakai bed nama. Sedangkan di atas saku dada kiri, biasanya harus dipasang pin korpri. Ini aturan protokolernya. Namun, untuk urusan itu semua saya sangat jarang memakai. Kecuali kalau pasa mendapat tugas mewakili walikota untuk menjadi inspektur upacara seperti hari ini. Karena walikota berhalangan, ia minta saya sebagai inspektur upacara peringatan Hari Kesehatan Nasional. Karena menjadi inspektur, maka semua atribut jabatan harus dipakai. Maka, pagi hari bingunglah
  • 21

    Oct

    Koalisi Partai Besar Keok di DPRD Surabaya

    Ada fenomena menarik di DPRD Kota Surabaya pekan ini. Untuk kali pertama, dua partai besar keok dalam voting melawan koalisi tiga fraksi dari partai-partai kecil. Voting itu dipakai untuk mengambil keputusan tentang polemik KUA- PPAS (Kebijakan Umum Anggaran-Plafon Prioritas Anggaran Sementara) tahun 2008. KUA-PPAS ini kelak menjadi landasan untuk membahas Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2008. Dua koalisi besar yang kalah dalam voting tersebut adalah Fraksi PDI-Perjuangan (orang non partai ini selalu hanya menyebut PDIP) dan PKB. Sedang yang memenangkan adalah koalisi sementara Fraksi Karya Damai (Golkar dan PDS), FDK (Partai Demokrat dan PKS), dan FPAN. Koalisi FPDIP-FKB setuju pembahasan PAK dilanjutkan dengan menggunakan KUA-PPAS yang sudah diteken DPRD-Pemkot. Sedangkan lainnya s
  • 15

    Oct

    Beratnya Menjadi Politisi (2)

    Ada banyak hal yang membuat terjun ke jagat politik saat ini menjadi makin sulit. Salah satunya adalah semakin minimnya politisi, tapi menjamurnya aktivis politik. Lho, apa beda keduanya? Jelas beda. Politisi adalah seseorang yang mengambil dunia politik sebagai pilihan kiprahnya dalam ikut membangun bangsa dan masyarakat. Sedangkan aktivis politik adalah orang yang menjadikan dunia politik sebagai pekerjaan. Politisi selalu berbicara dalam tataran visi dan idealisme. Mereka membayangkan sebuah tatanan ideal dari masyarakat dan kemudian selalu mengambil kebijakan berdasarkan acuan-acuan ideal tersebut. Politisi tidak pernah berpikir tentang apa yang didapatkan saat ini. Mereka selalu berpikir tentang masa depan yang lebih baik dari sekarang. Karena itu, dalam level kelembagaan, partai se
  • 9

    Oct

    Beratnya Menjadi Politisi (1)

    Sungguh berat menjadi politisi. Apalagi profesi sebelumnya sangat berbeda dalam orientasi maupun sistem kerja dengan para politisi. Ini yang saya rasakan selama tiga tahun setelah menerjuni dunia politik, menjadi wakil walikota Surabaya. Sekadar tahu, sebelumnya saya adalah wartawan tulen (ceile…), sempat menjadi pemimpin redaksi sebuah surat kabar besar dan direktur pemberitaan TV. Memang sampai sekarang saya belum bisa dikatakan sebagai politisi murni. Sebab, saya belum bergabung dengan partai politik. Bukan anti partai. Bahkan, saya punya paham bahwa demokrasi tak akan kokoh tanpa partai dan parlemen yang kuat dan baik. Belum terlibatnya saya ke parpol semata-mata –bisa jadi– tinggal soal waktu. (he…he..nunggu yang melamar) Bahwa sekarang partai dan parlemen se
-

Author

Follow Me