• 2

    Jan

    Sambal Terong Gus Dur

    Kali ini saya ingin menulis tentang KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Presiden RI Keempat yang meninggal empat hari lalu itu memang manusia yang memiliki kelebihan dibandingkan dengan manusia pada umumnya. Karena itu, wajar kalau bangsa ini kehilangan putra terbaiknya. Selain ketokohannya dalam berbagai bidang, salah satu yang istimewa adalah soal daya ingat. Saya punya cerita khusus soal ini. Pada tahun 1993, Gus Dur datang ke Blitar untuk menghadiri Haul Bung Karno. Setiap tahun di zaman pemerintahan Soeharto, ia memang selalu datang ke kota proklamator itu bersama Megawati Soekarnoputri. Biasanya Gus Dur selalu didampingi Emha Ainun Nadjib dan Eros Djarot. Juga selalu ikut mengawal saya (saat itu sebagai wartawan Jawa Pos), Budiono (kini Pimred Detikcom), Syaifullah Yusuf (kini Wagu
  • 9

    Mar

    Kiai Dahlan; Perginya Penjaga Alquran

    Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. Kita kembali kehilangan seorang kiai besar yang menjadi kebanggaan warga Surabaya. Namanya KH Dahlan Basyuni. Dialah kiai yang hidupnya diabdikan untuk mendidik para penghafal Alquran. Ribuan hufadz, orang yang hafal Alquran, dilahirkan dari pondok pesantrennya yang tak terlalu besar, di dekat Masjid kuno Peneleh. Kiai berusia 78 tahun ini meninggal kemarin pagi, sekitar pukul 4.30 WIB. Tidak ada sakit serius. Kecuali diare yang diderita beberapa hari terakhir. Dokter Muhammad yang ikut mengurus kiai di hari-hari terakhir mengakui bahwa tidak ada penyakit serius yang diderita Kiai Dahlan semasa hidupnya. Saya mengenal Kiai Dahlan sebelum menjadi wakil walikota Surabaya. Pertemuan terakhir terjadi di rumah beliau pada bulan puasa lalu. Setelah itu,
  • 9

    Mar

    KH Dahlan Basyuni; Perginya Penjaga Alquran

    Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. Kita kembali kehilangan seorang kiai besar yang menjadi kebanggaan warga Surabaya. Namanya KH Dahlan Basyuni. Dialah kiai yang hidupnya diabdikan untuk mendidik para penghafal Alquran. Ribuan hufadz, orang yang hafal Alquran, dilahirkan dari pondok pesantrennya yang tak terlalu besar, di dekat Masjid kuno Peneleh. Kiai berusia 78 tahun ini meninggal Jumat pagi lalu, sekitar pukul 4.30 WIB. Tidak ada sakit serius. Kecuali diare yang diderita beberapa hari terakhir. Dokter Muhammad yang ikut mengurus kiai di hari-hari terakhir mengakui bahwa tidak ada penyakit serius yang diderita Kiai Dahlan semasa hidupnya. Saya mengenal Kiai Dahlan sebelum menjadi wakil walikota Surabaya. Pertemuan terakhir terjadi di rumah beliau pada bulan puasa lalu. Setelah itu, m
  • 16

    Feb

    Filipino Rasa Surabaya

    Kalau ada warga negara Filipina yang sangat bangga dengan kota Surabaya, itu adalah Vernon Benecdicto Prieto. Sejak mengenal kota ini, ia menjadi orang yang paling getol memasarkan ibukota Jawa Timur ini ke berbagai negara di Asia dengan berbagai cara. Bahkan, untuk kegiatan tersebut, ia bisa mengeluarkan koceknya sendiri karena kebanggaannya. Mengapa kok bisa demikian? Saya sendiri tidak tahu pasti. Namun, dari setiap email yang dikirim ke STPB maupun saya, Vernon selalu menggambarkan kegiatannya di berbagai event dan tempat. Tak lupa, ia selalu menyertakan foto-fotonya. Keaktifannya memasarkan Surabaya di berbagai negara itu bisa jadi melebihi warga kota ini sendiri yang tinggal di luar negeri. Saking getolnya memasarkan kota ini, Vernon sampai dijuluki oleh Kedutaan Besar Republik Ind
  • 28

    Dec

    Merasakan Jadi ''Sandera'' Teroris

    Aman selalu menjadi alasan utama sebuah kota dan negara menjadi tujuan utama investasi. Jika rasa aman tidak terjamin, maka jangan harap ada orang menanamkan modalnya untuk usaha. Jika tidak ada yang menanam modal, maka tidak akan ada usaha. Jika tidak ada usaha, maka tidak tercipta lapangan kerja. Kalau nggak ada lapangan kerja, maka tidak akan ada daya beli. Jika tidak ada orang beli, maka produk tidak akan laku. Kalau nggak laku, maka tidak akan ada perputaran uang. Demikian seterusnya. Karena itu, ketika suatu hari seluruh aparat keamanan selama dua jam mengganggu hotel dan jalan-jalan di Surabaya, tidak ada satu pun yang protes. Ini terjadi ketika TNI dan Polri secara serentak berlatih mengatasi serangan teror. Latihan itu dilangsungkan di beberapa hotel berbintang dan tempat pu
  • 14

    Dec

    Membangun Kota dengan Visi

    Mengapa Dubai yang negara Islam dan berbangsa Arab bisa berhasil menjadi negara dagang dan jasa yang terkemuka di dunia? Pertanyaan ini akan selalu muncul pada setiap orang yang pernah berkunjung ke negeri ini. Negara yang menjadi bagian dari Uni Emirat Arab ini memang istimewa.<p> Kotanya sangat maju. Pembangunan jalan terus. Bahkan, mereka masuk Guinness Book of Record sebagai kota dan negeri dengan jumlah crane terbanyak di dunia. Tidak hanya crane terpajang bertahun-tahun tapi tak bekerja seperti di kawasan Ngagel, Surabaya. Namun, crane yang semuanya bekerja siang malam. Kalau ingin melihat bangunan tertinggi di dunia, sebentar lagi bisa kita saksikan di sana. Burj Dubai namanya. Kalau ingin merasakan hotel dengan tarif per malam lebih dari Rp 50 juta, tempatnya di Burj Al Ara
  • 8

    Dec

    Toilet itu Cermin Kemajuan

    Pingin tahu cara sederhana melihat maju dan tidaknya sebuah negeri? Datanglah ke toilet publiknya. Jika tempat buang air kecil dan besar itu jorok, itu tandanya negeri tersebut masih belum maju. Kalau toiletnya bersih dan berbau harum, itu berarti negeri tersebut sudah mencapai peradaban yang cukup berarti. Baik buruknya toilet bukan soal kaya dan miskin. Ini soal taste, rasa, manajemen dan kebudayaan. Karena itu, meski negeri itu belum tergolong negeri kaya raya, bisa saja fasilitas publik untuk hal yang satu ini sangat maju. Ada juga negeri yang sedang menjadi kaya, tapi toilet publiknya masih sangat jorok. Alhamdulillah, sebelum menjadi pejabat publik (ceile…) saya punya kesempatan untuk mendatangi berbagai negara karena profesi wartawan. Setiap kali ke luar negeri, saya sel
  • 16

    Nov

    Jika Anunya Itu Digunakan Sembarangan

    Akan sangat sulit menyuruh ibu-ibu di kampung menghafalkan kepanjangan AIDS. Orang kampus yang tidak punya perhatian terhadap masalah itu pun akan merasa tidak gampang. Tapi cara yang dilakukan para fasilisator program Surabaya Stop Aids ini cukup cerdik. Mereka tidak mengartikan penyebaran virus yang mematikan itu dengan bahasa kedokteran, tetapi menjelaskan dengan bahasa keseharian. Lantas apa bahasa keseharian AIDS? Tentu bukan Acquired Immune Deficiency Syndrome (infeksi yang timbul akibat rusaknya system kekebalan tubuh karena virus HIV) seperti yang dihafalkan para mahasiswa. Mereka perkenalkan kepanjangannya dengan bahasa plesetan. Lantas apa plesetan AIDS? Yakni, (maaf, red) Anunya Itu Digunakan Sembarangan. Sebab, salah satu penularan virus AIDS antara lain memang dengan melakuk
  • 9

    Nov

    Santri, Arek, dan Bung Tomo

    Akhirnya, keinginan warga kota Surabaya agar pemerintah menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Bung Tomo menjadi kenyataan. Dua hari lalu, di Istana Negara, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menyematkan anugerah itu melalui istri Bung Tomo, kepada Ibu Hajjah Sulistina Sutomo. Alhamdulillah, saya ikut menjadi saksi penyematan gelar tersebut. Penganugerahan gelar pahlawan nasional ini sebetulnya lebih merupakan pengukuhan gelar pahlawan nasional untuk Bung Tomo yang telah diberikan rakyat selama ini. Banyak pihak menyatakan langkah pemerintah ini terlambat. Namun, ini lebih baik ketimbang tidak sama sekali. Dan semua pihak mulai dari warga biasa sampai politisi dari partai maupun golongan apa punberhak ikut mensyukuri hal ini. Bung Tomo sudah seharusnya menyandang gelar itu
  • 28

    Oct

    Cara Pop Tularkan Patriotisme

    Setiap awal Nopember pada tiga tahun terakhir, digelar acara konser musik di Tugu Pahlawan. Konser yang selalu disiarkan langsung TV secara nasional itu diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Pahlawan. Pergelaran bertajuk Simponi Untuk Bangsa itu selalu mendapat respon luar biasa dari masyarakat. Puluhan bahkan ada yang menghitung sampai ratusan ribu penonton selalu ikut meramaikan. Belum para penonton televisi di seluruh penjuru negeri. Ini memang bukan sekadar konser. Meski yang ditampilkan adalah para musisi dan grup band populer saat ini, mereka wajib menyanyikan lagu perjuangan pada setiap tampilannya. Banyak lagu yang dulu hanya kita hafalkan ketika masih SD, muncul lagi dengan aransemen baru. Tentu dengan interpretasi baru yang lebih ngepop. Misalnya, lagu Gugur Bunga untu
- Next

Author

Follow Me