Gusti Ratu Jogja Pameran di Surabaya

23 Apr 2009

Putri pertama Raja Kasultanan Jogjakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Pembayun menggelar pameran di Surabaya. Selama 15 hari sejak pertengahan bulan ini, kita bisa menyaksikan di House of Sampurna. Berbagai karya tinggi tentang sutra digelar di sana. Sutra yang dikembangkan di kota gudeg itu menjadi sebuah karya seni tenun yang istimewa. Sutra itu diberi nama sutra alam liar. Setelah dipintal dan ditenun, hasilnya sangat luar biasa. Ia menjadi sebuah karya seni istimewa.

Tapi bukan soal sutranya yang menarik. Juga bukan pameran itu yang mengesankan. Asal-usul barang yang dipamerkan itulah yang bisa memberi inspirasi lebih untuk mengembangkan potensi kita yang sudah ada. Semua barang yang dipamerkan itu adalah hasil produk dari kerjasama bertitel provinsi kembar (sister province) antara DIY dan Kyoto, Jepang. Yang dipamerkan itu adalah bentuk akhir dari kerjasama kebudayaan antara dua negara.

Kyoto, Jepang, punya kepiawaian teknologi tenun sutra yang luar biasa. Jogja punya kebudayaan keraton yang halus nan istimewa. Ketika keduanya digabungkan, hasilnya sebuah karya tenun sutra dengan teknologi Jepang dengan rasa kebudayaan Jogja. Ada tenun candi Borobudur yang konturnya begitu detil dan halus. Ia makin mengagumkan kalau dilihat dengan kaca pembesar. Kaca yang di dalam bahasa Jawa disebut dengan suryo konto. Kita tidak bisa membayangkan kerumitan tekniknya dalam menggabung dan menenun benang-benag kecil penuh dengan warna.

Ada juga karya oshie. Semacam kerajinan tangan membuat hiasan dari perca atau sisa-sisa kain. Jepang memang jagoan soal karya seni oshie ini. Tapi ada oshie dengan bentuk orang berblangkon, tentu menjadi sesuatu baru yang tidak biasa. Dengan mentor orang Jepang, anak-anak Jogja membuat karya dengan taste kejogjaannya, lewat teknologi Jepang yang diperkenalkannya. Sebaliknya, ada juga oshie berbentuk wanita Jepang menggunakan kimono batik. Batik adalah kain ber-trade mark Jogja.

Kerajinan dengan menggabungkan teknologi dan citarasa dua bangsa itu menghasilkan karya seni berupa hiasan dinding yang indah. Tidak hanya berbentuk hiasan dinding. Juga ada gantungan kunci, souvenir tangan yang beragam dan khas Jawa dengan model Jepang. Saya membayangkan, bisa juga dibuat berbagai macam kerajinan berbusana udeng Suroboyo-an dan sebagainya. Sebuah karya bercitarasa bangsa-bangsa lain. Ini tentu akan membuat sebuah karya tidak hanya disukai masyarakat satu bangsa, tapi oleh bangsa di luarnya.

Rasanya, kerjasama antar kota, provinsi, dan negara, seharusnya menghasilkan sesuatu yang bermakna. Ini pula yang sudah dirasakan dari hasil kerjasama Kityakusu-Jepang dengan Surabaya. Kerjasama itu telah menghasilkan keranjang Takakura. Keranjang ajaib yang bisa mengubah sampah basah menjadi kompos yang sangat berguna untuk penghijaun dan lingkungan. Karena sampah itulah yang kemudian mengubah tata nilai masyarakat Surabaya untuk mencintai tanaman dan lingkungan. Juga cinta kebersihan.

Pameran Sutra di House of Sampoerna tidak hanya pamer karya kerajinan dari orang atau putri keturunan Jogja. Tapi ini adalah pameran dari sebuah kerjasama antar negara. Pameran produk diplomasi budaya yang menguntungkan semua pihak. Sebuah karya hasil kerjasama yang sama-sama bisa dinikmati warga kedua negara. Kerjasama kita memang masih menghasilkan sesuatu yang hanya bisa dinikmati warga Surabaya. Tapi, kalau model itu kita kembangkan, kita akan bisa memperluas penikmat dari hasil kerjasama antar kota kita.

Ketika saya diminta membuka pameran itu oleh GKR Pembayun, saya memberikan apresiasi karena telah menjadikan Surabaya sebagai tempat pameran. Dengan ini, ia telah menularkan inspirasi kepada warga kota Pahlawan tentang pentingnya saling merajut berbagai jenis kebudayaan. Pameran itu memberi inspirasi untuk mengembangkan kerjasama-kerjasama antar kota menjadi lebih bermakna dan memberi manfaat dengan jangkauan yang lebih luas. Jadi bukan hanya pamer tentang sutra dan Jogja yang dipimpin Sultan.

Nuwun. Sendiko dhawuh Gusti Kanjeng Ratu Pembayun. (arifafandi.blogdetik.com)


TAGS


-

Author

Follow Me