• 2

    Jan

    Sambal Terong Gus Dur

    Kali ini saya ingin menulis tentang KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Presiden RI Keempat yang meninggal empat hari lalu itu memang manusia yang memiliki kelebihan dibandingkan dengan manusia pada umumnya. Karena itu, wajar kalau bangsa ini kehilangan putra terbaiknya. Selain ketokohannya dalam berbagai bidang, salah satu yang istimewa adalah soal daya ingat. Saya punya cerita khusus soal ini. Pada tahun 1993, Gus Dur datang ke Blitar untuk menghadiri Haul Bung Karno. Setiap tahun di zaman pemerintahan Soeharto, ia memang selalu datang ke kota proklamator itu bersama Megawati Soekarnoputri. Biasanya Gus Dur selalu didampingi Emha Ainun Nadjib dan Eros Djarot. Juga selalu ikut mengawal saya (saat itu sebagai wartawan Jawa Pos), Budiono (kini Pimred Detikcom), Syaifullah Yusuf (kini Wagu
  • 6

    Jun

    Surabayaku, Surabayamu, Surabaya Kita

    Ada transisi yang menarik tentang kota Surabaya. Kini, kota yang hari ini berumur 716 tahun ini memasuki tahapan baru. Kota ini tidak hanya menjadi milik beberapa orang atau golongan, tapi telah menjadi milik kita bersama. Semuanya merasa bangga. Semuanya merasa memilikinya. Dan semuanya merasa harus terus merawat kotanya agar tetap menjadi terus lebih baik dari sebelumnya. Lho, apakah selama ini Surabaya belum menjadi milik kita bersama? Dari segi persepsi warga bisa demikian. Kota tidak dianggap menjadi milik bersama kalau semua elemen masyarakatnya tidak ikut serta dalam proses-proses pembangunan. Sukses yang dicapai tidak dianggap sebagai keberhasilan bersama, tapi keberhasilan salah satu elemen saja. Misalnya, keberhasilan pemerintah saja atau sector swasta saja atau masyarakat saja.
  • 23

    Apr

    Gusti Ratu Jogja Pameran di Surabaya

    Putri pertama Raja Kasultanan Jogjakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Pembayun menggelar pameran di Surabaya. Selama 15 hari sejak pertengahan bulan ini, kita bisa menyaksikan di House of Sampurna. Berbagai karya tinggi tentang sutra digelar di sana. Sutra yang dikembangkan di kota gudeg itu menjadi sebuah karya seni tenun yang istimewa. Sutra itu diberi nama sutra alam liar. Setelah dipintal dan ditenun, hasilnya sangat luar biasa. Ia menjadi sebuah karya seni istimewa. Tapi bukan soal sutranya yang menarik. Juga bukan pameran itu yang mengesankan. Asal-usul barang yang dipamerkan itulah yang bisa memberi inspirasi lebih untuk mengembangkan potensi kita yang sudah ada. Semua barang yang dipamerkan itu adalah hasil produk dari kerjasama bertitel provinsi kembar (s
  • 8

    Apr

    Rekor Sprei dan Perkapita Muri

    Bukan kebetulan kalau dalam seminggu tiga kali bertemu bos PT Jamu Jago Jaya Suprana. Pria gendut yang dulu memproklamirkan diri sebagai tokoh kelirumologi ini sedang memberikan piagam rekor Muri (Museum Rekor Indonesia) di tiga tempat di Surabaya. Kebetulan, saya juga diundang di ketiga acara pemecahan rekor tersebut. Pertama pemecahan rekor untuk penyanyi seriosa lansia, cover bed raksasa, dan konser resital piano empat generasi. Untuk ketiga acara rekor Muri itu, Jaya Suprana yang hadir sendiri. Peristiwa panen rekor dan prestasi di Surabaya itu terjadi minggu terakhir bulan Maret lalu. Yang menarik, ketiganya digelar oleh masyarakat dengan basis komunitas yang berbeda. Pertama oleh komunitas penggemar seriosa lansia, kedua seorang pengusaha sprei, dan ketiga seorang guru piano yang pu
  • 15

    Mar

    Tak Lagi Gali-Tutup Lubang

    Ini bukan soal kebiasaan utang bagi orang yang hidup pas-pasan. Tapi soal kebiasaan gali lubang tutup lubang untuk proyek utilitas di perkotaan. Mulai tahun ini, Pemerintah Kota Surabaya memberikan contoh bagaimana membangun jalan dengan perencanaan lebih sempurna. Kalau sebelumnya tidak pernah memperhitungkan kebutuhan sarana utilitas lainnya, kini mulai dipikirkan. Membangun jalan tidak hanya jalan, tapi juga melibatkan sektor lainnya yang membutuhkan. Ceritanya, tahun ini, pemerintah memang merencanakan membangun jalan tembus baru di Balas Klumprik, wilayah Surabaya barat. Panjangnya dua kilometer lebih. Jalan baru ini akan menghuubungkan Balas Klumprik dengan Wiyung. Pertumbuhan perumahan di wilayah Surabaya Barat menjadikan pembangunan jalan tembus baru ini sangat penting. Ini sam
  • 9

    Mar

    Kiai Dahlan; Perginya Penjaga Alquran

    Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. Kita kembali kehilangan seorang kiai besar yang menjadi kebanggaan warga Surabaya. Namanya KH Dahlan Basyuni. Dialah kiai yang hidupnya diabdikan untuk mendidik para penghafal Alquran. Ribuan hufadz, orang yang hafal Alquran, dilahirkan dari pondok pesantrennya yang tak terlalu besar, di dekat Masjid kuno Peneleh. Kiai berusia 78 tahun ini meninggal Jumat pagi, sekitar pukul 4.30 WIB. Tidak ada sakit serius. Kecuali diare yang diderita beberapa hari terakhir. Dokter Muhammad yang ikut mengurus kiai di hari-hari terakhir mengakui bahwa tidak ada penyakit serius yang diderita Kiai Dahlan semasa hidupnya. Saya mengenal Kiai Dahlan sebelum menjadi wakil walikota Surabaya. Pertemuan terakhir terjadi di rumah beliau pada bulan puasa lalu. Setelah itu, masih
  • 9

    Mar

    Kiai Dahlan; Perginya Penjaga Alquran

    Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. Kita kembali kehilangan seorang kiai besar yang menjadi kebanggaan warga Surabaya. Namanya KH Dahlan Basyuni. Dialah kiai yang hidupnya diabdikan untuk mendidik para penghafal Alquran. Ribuan hufadz, orang yang hafal Alquran, dilahirkan dari pondok pesantrennya yang tak terlalu besar, di dekat Masjid kuno Peneleh. Kiai berusia 78 tahun ini meninggal kemarin pagi, sekitar pukul 4.30 WIB. Tidak ada sakit serius. Kecuali diare yang diderita beberapa hari terakhir. Dokter Muhammad yang ikut mengurus kiai di hari-hari terakhir mengakui bahwa tidak ada penyakit serius yang diderita Kiai Dahlan semasa hidupnya. Saya mengenal Kiai Dahlan sebelum menjadi wakil walikota Surabaya. Pertemuan terakhir terjadi di rumah beliau pada bulan puasa lalu. Setelah itu,
  • 9

    Mar

    KH Dahlan Basyuni; Perginya Penjaga Alquran

    Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. Kita kembali kehilangan seorang kiai besar yang menjadi kebanggaan warga Surabaya. Namanya KH Dahlan Basyuni. Dialah kiai yang hidupnya diabdikan untuk mendidik para penghafal Alquran. Ribuan hufadz, orang yang hafal Alquran, dilahirkan dari pondok pesantrennya yang tak terlalu besar, di dekat Masjid kuno Peneleh. Kiai berusia 78 tahun ini meninggal Jumat pagi lalu, sekitar pukul 4.30 WIB. Tidak ada sakit serius. Kecuali diare yang diderita beberapa hari terakhir. Dokter Muhammad yang ikut mengurus kiai di hari-hari terakhir mengakui bahwa tidak ada penyakit serius yang diderita Kiai Dahlan semasa hidupnya. Saya mengenal Kiai Dahlan sebelum menjadi wakil walikota Surabaya. Pertemuan terakhir terjadi di rumah beliau pada bulan puasa lalu. Setelah itu, m
  • 9

    Mar

    KH Dahlan Basyuni; Perginya Penjaga Alquran

    Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. Kita kembali kehilangan seorang kiai besar yang menjadi kebanggaan warga Surabaya. Namanya KH Dahlan Basyuni. Dialah kiai yang hidupnya diabdikan untuk mendidik para penghafal Alquran. Ribuan hufadz, orang yang hafal Alquran, dilahirkan dari pondok pesantrennya yang tak terlalu besar, di dekat Masjid kuno Peneleh. Kiai berusia 78 tahun ini meninggal Jumat pagi lalu, sekitar pukul 4.30 WIB. Tidak ada sakit serius. Kecuali diare yang diderita beberapa hari terakhir. Dokter Muhammad yang ikut mengurus kiai di hari-hari terakhir mengakui bahwa tidak ada penyakit serius yang diderita Kiai Dahlan semasa hidupnya. Saya mengenal Kiai Dahlan sebelum menjadi wakil walikota Surabaya. Pertemuan terakhir terjadi di rumah beliau pada bulan puasa lalu. Setelah itu, m
  • 16

    Feb

    Filipino Rasa Surabaya

    Kalau ada warga negara Filipina yang sangat bangga dengan kota Surabaya, itu adalah Vernon Benecdicto Prieto. Sejak mengenal kota ini, ia menjadi orang yang paling getol memasarkan ibukota Jawa Timur ini ke berbagai negara di Asia dengan berbagai cara. Bahkan, untuk kegiatan tersebut, ia bisa mengeluarkan koceknya sendiri karena kebanggaannya. Mengapa kok bisa demikian? Saya sendiri tidak tahu pasti. Namun, dari setiap email yang dikirim ke STPB maupun saya, Vernon selalu menggambarkan kegiatannya di berbagai event dan tempat. Tak lupa, ia selalu menyertakan foto-fotonya. Keaktifannya memasarkan Surabaya di berbagai negara itu bisa jadi melebihi warga kota ini sendiri yang tinggal di luar negeri. Saking getolnya memasarkan kota ini, Vernon sampai dijuluki oleh Kedutaan Besar Republik Ind
- Next

Author

Follow Me